Saturday, January 2, 2016

Menyetrika Layaknya Profesional (Part 1)


Cara menyetrika memang banyak macamnya tergantung kepada berbagai macam faktor dan kondisi. Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi proses penyetrikaan adalah: peralatan, ukuran pakaian dan kesempatan.

Peralatan
Peralatan yang berpengaruh dalam efektifitas proses penyetrikaan misalnya: jenis setrika. Apakah menggunakan setrika arang tempo doeloe, ataukah setrika listrik ataukah setrika uap.

Termasuk peralatan yang berpengaruh adalah meja setrika. Apakah menggunakan meja yang lebar, meja yang sempit, meja berlengan ataukah meja vacuum.

Ukuran Pakaian
Ukuran pakaian juga mempengaruhi efisiensi penyetrikaan. Misalnya objek setrikaan berukuran lebar seperti seprai, handuk, sarung, mukenah dan hijab berkain lebar akan berbeda kecepatan menyetrikanya dengan yang berukuran kecil seperti celana panjang, rok panjang, kemeja, kaos dan yang semisalnya.

Dahulukan ukuran-ukuran tertentu agar kerja menjadi efisien.

Kesempatan
Tentu sangatlah penting. Karena menyetrika secara kontinyu mempengaruhi efisiensi proses penyetrikaan dibanding dengan menyetrika yang diselang-selingi dengan kegiatan lain seperti memasak, mencuci, makan atau membersihkan rumah misalnya. Oleh karena itu siapkan waktu khusus untuk menyetrika tanpa ada gangguan.

Berikut saya bawakan beberapa kasus sebagai perbandingan praktis.

Kasus 1
Kita ambil contoh kasus sebagai perbandingan, yaitu bila proses penyetrikaan di rumah laundry menggunakan setrika uap dengan meja yang lapang berukuran 1x2 meter dengan berbagai macam jenis baju dan juga dengan penyetrikaan secara kontinyu.

Untuk memulai, atur urutan penyetrikaan dimulai dari ukuran bahan setrikaan yang lebar seperti seprai, sarung atau handuk, lalu semua jenis jaket dan jumper, lalu diikuti semua jenis celana atau rok, lalu diikuti semua jenis kaos atau daster, lalu diikuti semua jenis kemeja lalu diikuti semua jenis jubah ataupun gaun dan terakhir semua jenis penutup kepala seperti kerudung ataupun topi -bila memungkinkan untuk disetrika-.

Intinya, urutan didasarkan kepada lebar objek setrikaan, lalu kasual dan formalnya, lalu jenis pakaian bawah dan atasan. Semakin formal suatu objek setrikaan, semakin diakhirkan penyetrikaannya untuk menjaga agar tidak cepat kusut.

Isi boiler uap sesuai dengan kebutuhan yang biasanya akan kita pahami sesuai dengan teknik dan gaya kita dalam menyetrika pakaian. Lalu nyalakan burnernya hingga uap air mencapai tekanan yang diperlukan. Usahakan selalu bahwa tekanan uap air selalu di atas 2 kg/cm2 selama menyetrika. Tekanan uap yang konstan dan stabil mempengaruhi kecepatan penyetrikaan, terutama pada jenis-jenis kain tebal seperti bahan jeans, handuk ataupun selimut.

Bila tekanan uap sudah mencukupi, hilangkan dulu embun yang berada di sepanjang selang uap dengan cara membuka katup setrika beberapa saat hingga semburan embun hilang dan hanya menyisakan uap air tanpa ada tetesan air embun. Hal ini tentu saja untuk mencegah pakaian agar tidak terpercik air embun yang menyebabkan basah dan kelembaban sekaligus untuk mempercepat proses pengeringan uap air pasca penyetrikaan.

Siapkan meja setrika yang diperlukan. Lapisan spon harus mampu ditembus uap air saat penyetrikaan, jika tidak dipersiapkan dengan baik, titik-titik embun akan berkumpul di bawah lapisan spon dan dalam waktu yang tak lama akan berubah menjadi genangan air yang menyebabkan pakaian menjadi lebih sulit disetrika bahkan akan mengakibatkan efek lembab pada pakaian setelah penyetrikaan sehingga memperlambat proses pengeringan yang pada gilirannya akan memperlambat proses pengemasan akhir.

Bersambung ke part 2.

Kontak

Silahkan order...

  • Pastikan pakaian yang hendak disetrika benar-benar telah kering.
  • Kontak kami dan kami akan menjemput pakaian anda.
  • Kami akan memproses pakaian anda dan mengantarkannya kembali tepat waktu.